[MOVIE] The Returning – Kisah Tentang Jiwa yang Tak Seharusnya Kembali *spoiler alert*

FB2FC0DD-D015-4858-B5DE-C1A2CC198D56

Waktu liat Witra Asliga ngetwit filmmya yang terbaru dengan judul The Returning, gw langsung ikut ngerasa bangga *hadeh*. Gw bilang ke sekitar gw, “Ini loh karya temen gw.” Walau gw jarang ketemu Witra tapi kami masih berhubungan baik via social media. Tapi terus terang gw belon ngajak hubby nonton ini karena niatnya weekend ini baru mo gw ajakin. Hubby sendiri gak ngeh kalo ini yg bikin temen gw. Makanya dia belon nyebut2 soal jadwal menonton nih film. Pas banget Witra kirim DM ngajak nobar Sabtu malam di CGV Grand Indonesia. *thank you en congrats again ya Witra* Sebetulnya gw en hubby sudah ada acara sendiri, tapi gw agak memaksa hubby untuk ikutan nobar. Jarang2 kan kami nobar bareng sutradara film. LOL. Ok, intinya kita registrasi, dapet tiket, sosialisasi dengan temen2 lama gw dr Moviegoers Indonesia *gila kangen beud udah lama gk nobar gini* trus jam 19:30 masuk audi 11, kata sambutan dari Witra bersama Laura Basuki dan Muzakki Ramdhan, dan film pun dimulai. Yuks kita nonton.

Film dimulai dengan adegan panjat tebing yang dilakukan Colin (Ario Bayu) dan teman2nya. Colin memang punya hobi yang cukup berbahaya. Hobi yang akhirnya berakibat cukup fatal dalam hidupnya. Istri Colin, Natalie (Laura Basuki) yang sedang bercengkerama dengan kedua anaknya, Maggie (Tissa Biani) dan Dom (Muzakki Ramdhan), langsung shock saat mendengar Colin terjatuh dan menghilang. Setelah itu film bercerita seputar keseharian mereka sepeninggal Colin. Segala cara dilakukan Natalie agar bisa menerima kepergian Colin. Tapi tak pernah bisa. Bahkan niat ibunya Colin, Oma Sonya (Dayu Wijanto) untuk melaksanakan pemakaman setelah 3 bulanan, ditolak mentah-mentah. Dan akhirnya Colin memang kembali. Film tidak berhenti di situ. Banyak kejadian aneh setelah Colin kembali. Ada apa sebenarnya? Misteri apa di balik kembalinya Colin ke rumah?

Seperti biasa, gw gak mo panjang2 ya ceritain filmnya. Gak seru banget ntar. Tapi gw cukup bahagia karena ini bukan film setan2 gak jelas seperti kebanyakan film horror Indonesia. Walau gak ada setan gak jelas, tapi efek suaranya keren, bikin kaget mulu. Awalnya gw mo nonton dengan mata tertutup hahaha. Tapi sayang banget kalo melewatkan akting keren dari Ario Bayu. Gw udah lama suka dengan aktingnya Ario. Selalu cocok memerankan karakter2 di filmnya. Di film kali ini Ario sangat mengesankan menjadi ayah dari 2 anak yang sangat mencintai istrinya. Akting saat belum jatuh dan akting setelah kembali ke rumah, keliatan banget perbedaannya. Top banget deh. Terus terang gw jarang nonton film Laura Basuki, jadi kurang gitu paham dengan aktingnya. Di film ini menurut gw Laura agak kurang menonjol. Entah karena memang mengikuti tuntutan peran, atau tanpa sengaja ketutup akting Ario. Tapi Laura cantik banget sih. Chemistry Natalie saat lagi sama Colin juga enak diliat.

Cukup terpukau dengan akting Tissa Biani. Memerankan anak SMP yang lagi galau, gampang ngambek, tapi kalo lagi pacaran bisa manis mesem2 sendiri. Rasanya natural banget aktingnya. Muzakki pun cukup mencuri perhatian, walau aktingnya tak banyak bicara. Dayu Wijanto jangan ditanya ya. Mamak mertua yang jutek tapi sayang anak dan cucu2nya. Oya, keunikan filmnya itu ada di jamannya. Walau gak dijelasin di film, tapi gw en hubby udah ngeh sendiri. Pertama, ada penampakan walkman. Kedua, rumahnya pake kipas angin, instead of AC. Ketiga, naik mobil belum pake seatbelt. Keempat.. hmm.. nonton sendiri aja deh ya. Oya, gemas sih liat ada beberapa teman Moviegoers yang ikutan main walau hanya peran kecil. Cukup girang bisa nunjuk ke layar bioskop dan bilang ke hubby, “Itu temen aku!” LOL.

Sebetulnya film ini bercerita tentang keluarga. Tentang tanggung jawab seorang suami. Tentang cinta seorang istri. Tentang anak2 yang butuh kasih sayang. Semua dibalut dengan penuh kegelapan dalam kisah misteri ini. Film ini juga mengajarkan kita bahwa setiap kejadian pasti ada resikonya. Tinggal bagaimana kita menerimanya. Bagaimana kita mengikhlaskannya. Bagaimana kita akhirnya tahu bahwa ada harga yang pasti harus dibayar untuk semua yang terjadi.

Semoga berkenan.

Advertisements