[MOVIE] Aruna dan Lidahnya – Kisah Perjalanan Kuliner 4 Karakter *spoiler alert*

2BEE7678-8E73-4740-9413-93C2EB77EC62

Sejak 27 September, Aruna dan Lidahnya sudah berkeliaran di bioskop-bioskop kesayangan. Gw amat sangat penasaran untuk nonton, tapi sayang sekali gak main di Setiabudi XX1. Cukup bikin emosi jiwa kan. Dan pas banget gw ada urusan lain di hari itu. Akhirnya gw memutuskan untuk nonton di CGV Grand Indonesia. Udah penasaran banget karena gw tau ini film tentang makanan. Perfect for me. As a food blogger gw selalu suka film tentang makanan. Apalagi gw tau kalo banyak adegan yang dilakukan di Pontianak dan Singkawang. Ini merupakan tanah kelahiran papa mertua dan mama mertua gw. Gw sendiri selalu bahagia kalo jalan2 ke sana. Udah pasti deh gw bakal kangen balik ke Pontianak Singkawang abis nonton film ini. Oya film ini terinspirasi dari buku karangan Laksmi Pamuntjak dengan sutradara Edwin.

Seperti biasa, gw gak bakal berpanjang2 dengan sinopsis dari film ini. Yuk mulai nonton aja. Baru aja mulai filmnya, udah bikin gw ngiler dengan adegan Aruna (Dian Sastro) lagi bikin sop buntut. Berteman dengan seorang chef bernama Bono (Nicholas Saputra) membuat Aruna sering digoda dalam menganalisa makanan. Something like, “Ada apa dengan lidahmu, Aruna?” Cukup pinter gak gw bikin judul film? LOL. Anyway, karena pekerjaannya sebagai epidemiologis (ahli wabah) Aruna dikirim oleh Bos2nya, Pak Burhan (Desta) dan Ibu Priya (Ayu Azhari) untuk menginvestigasi masalah flu burung di beberapa kota. Pas banget dia lagi mau hunting kulineran bareng Bono sembari nyari nasi goreng yang mirip bikinin mboknya dulu. Sampe Surabaya, kita diperkenalkan dengan Nadezhda (Hannah Al Rashid) yang sehari2nya adalah penulis kuliner dan traveling. Dan tak lama muncul pula Farish (Oka Antara), CLBK-nya Aruna dari kantor lama yang ditugaskan menemani Aruna investigasi flu burung.

Di film ini, tokoh2 utamanya adalah mereka berempat. Pindah dari satu kota ke kota lain pun selalu bersama. Mulai dari Jakarta, ke Surabaya, lalu Pamekasan (Madura), mampir ke Pontianak dan Singkawang. Bertebaran makanan2 khas dari kota2 tersebut, seperti Rawon Surabaya, Campor Lorjuk Pamekasan, Pengkang Pontianak dan Choipan Singkawang. And, gw girang banget waktu ada penampakan Om empunya Bakso Sapi Bakmi Ayam 68 (Singkawang) yang khas dengan Mie Lemparnya. Aduh, kangen banget deh. Oya, tips gw: jangan lupa bawa tatakan iler yes. Dijamin keluar bioskop pasti pengen banget nyobain semua makanan yang ada di film ini hahaha.

Anyway, siapa sih yang gak kenal Dian Sastro dan Nicholas Saputra? Pasangan yang paling hits sejak 2002. Gw personally gak terlalu ngefans sama mereka. Tapi gw suka akting Dian sejak dulu. Dan di film ini, ekspresi Dian sambil melihat ke arah penonton, seakan2 mengajak penonton untuk ikutan kesel atau ikutan gemes, bener2 bisa kita rasakan sendiri, tanpa perlu Dian berdialog. Keren! Hmm, selama ini gw malah biasa aja sih sama akting2nya Nicholas Saputra. Tapi di film Aruna dan Lidahnya ini, Nicholas patut diacungi jempol. Karakternya yang iseng godain Aruna rasanya wajar banget. Chemistry-nya ke Nadezhda dan Farish pun cukup terasa. Seperti angin segar, melihat akting Nicholas yang penuh dengan keisengan. Apalagi pas adegan Bono “ngadu jauh” sama Farish. Itu asli kocak banget deh. Gak kebayang seorang Nicholas Saputra kaya gitu hahaha. Kalo Hannah gw kenal sejak nonton 3 Sum. Dan gw udah ngefans berat dari situ. Di film ini, Hannah lagi2 berakting dengan cemerlang. Karakter cewe yang selalu jatuh ke pelukan suami beristri, tapi kita gak bisa sebel sama dia. Wajar sewajar2nya deh aktingnya. Terus terang, gw jarang nonton film Oka Antara. Tapi aktingnya pun bagus di film ini. Ekspresinya bikin tarik ulur hati Aruna yang emang gak pernah lupa rasanya suka ke Farish. Ada satu lagi yg menurut gw yang cukup unik di film ini, yaitu mimpi2 Aruna. Di situ sebetulnya terlihat jelas ada yang salah dengan lidahnya.

Kisah 4 orang manusia dengan karakter berbeda, pencarian resep nasi goreng yang mirip bikinan Mbok Sawal, misteri di balik investigasi flu burung, sampai dengan siapa pacar Farish yang dulu bikin Aruna mundur, terbungkus dengan cantik dan rapi di film ini. Gak ada kata bosan sejak awal menonton sampai filmnya habis. Dan pada akhirnya bukan siapa yang bisa bikin nasi goreng seenak Mbok Sawal, tapi siapa yang ngajarin Mbok Sawal cara bikin nasi goreng seenak itu, yang paling cocok dengan lidahnya Aruna. Film ini mengajarkan pada kita bahwa terkadang apa yang kita cari, ada di depan kita, tanpa kita sadari.

Semoga berkenan.

Advertisements